🏅 Tentukan Torsi Tiap Gaya Dan Torsi Totalnya Terhadap Poros O
TorsiBesarnya torsi sebanding dengan lengan gaya (d) dan besar gaya yang bekerja (F) *Jadi momen gaya (torsi) terhadap suatu poros didefinisikan sebagai hasil kali
Bangundi atas memiliki sumbu putar pada pusat massanya. Kemudian diberikan gaya F1, F2, F3, dan F4 berturut-turut sebesar 15 N, 30 N, 5 N, dan 55 N. Tentukan momen gaya yang dialami bangun tersebut jika a = 4 meter! A. 30 Nm B. 40 Nm C. 50 Nm D. 60 Nm E. 70 Nm. Jawaban: A. Pembahasan: Mencari nilai momen gaya dapat dicari dengan rumus:
HUBUNGANANTARA TORSI, POROS , dan PUTARAN by rifyal7anwari
Momengaya atau torsi ini merupakan besaran vektor. Arah momen gaya tersebut sesuai dengan kaidah tangan kanan. Untuk lebih jelasnya, marilah perhatikan gambar di bawah
CONTOHPADA JUPITER Z O/S 100 Volume ruang bakar diukur dengan buret lewat busi adalah 14,55 c Jadi Volume ruang bakar 14,55 cc - 0,7 cc = 13,85 ( 0,7 cc adalah Volume Ruang Busi ) Cara menentukan berapa cc isi ruang bakar yang harus kita pakai pada perbandingan kompresi yang sudah kita tentukan.
Horsepower= Torsi x 2 pi x rpm / 33000 yang menyederhanakan ke: Horsepower = Torsi x rpm / 5252. Ini adalah persamaan universal yang menghubungkan torsi dan tenaga
DJJ 138 x/menit, kuat dan teratur. Apakah asuhan sayang ibu yang tepat pada kasus tersebut? A. Berbicara dengan lemah lembut dan sopan B. Menganjurkan ibu untuk memilih posisi yang nyaman C. Menganjurkan ibu makan dan minum diantara kontraksi D. Memberikan pujian pada ibu terhadap tindakan positif yang ibu lakukan E.
Abstract Magnetic gear mampu bekerja sebagai transmisi daya tanpa adanya kontak antar gigi. Sehingga magnetic gear bisa menjadi solusi untuk mechanical gear karena mechanical gea
Momengaya sering disebut dengan momen putar atau torsi, diberi lambang t (dibaca: tau). Momen gaya merupakan salah satu bentuk usaha yang berputar dengan salah satu titik sebagai titik acuan. Dimensi dari momen gaya adalah M L² T⁻². Momen gaya mempunyai satuan internasional Newton meter (Nm). 17 sept 2018
Barangsiapadengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau menyebarkan suatu ciptaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan
SOALDAN PEMBAHASAN MOMEN GAYA (TORSI) DAN MOMEN INERSIA | 50+ SOAL DINAMIKA ROTASI DAN KESETIMBANGAN BENDA TEGAR Besarnya torsi F dengan
Berdasarkanpenjelasan soal no 1, maka kita dapat analogikan momen gaya atau torsi dengan gaya pada gerak lurus, karena yang menyebabkan benda dapat bergerak lurus adalah karena adanya gaya. 3. Batang AB memiliki panjang 10 meter dengan poros di titik B diberikan gaya 20 N membentuk sudut siku-siku terhadap batang.
CBJPJ. ₀ = ₁+₂+₃ = F₁L₁+F₂L₂+F₃L₃ = + 0 - = 100 -400 = -300 N cm = -3 Nmmomen inersia adalah hasil perkalian massa partikel dengan kuadrat jarak partikel dari = mr²
Halo, Sobat Zenius! Di artikel ini gue akan membahas materi fisika tentang rumus torsi atau momen gaya mulai dari pengertian dan contoh soal dengan pembahasan yang sangat menarik! Saat kelas 11 elo mungkin udah belajar tentang kesetimbangan benda tegar. Video materi di Zenius pun sempet ngebahas soal itu. Bisa elo tonton di sini. Pembahasan kali ini bakal bahas lebih lanjut tentang kesetimbangan benda getar yaitu rumus torsi. Lanjut baca aja yuk! Pengertian Rumus TorsiRumus TorsiContoh Soal dan Pembahasan Rumus Torsi Pengertian Rumus Torsi Torsi atau disebut juga dengan momen gaya adalah gaya eksternal yang menyebabkan benda bergerak melingkar mengelilingi sumbu putarnya. Torsi memiliki nilai positif jika benda berputar searah dengan putaran jam clockwise. Sedangkan jika benda berputar dengan arah berlawanan jam counter clockwise, maka momen gaya atau torsi bernilai negatif. Berikut merupakan ilustrasi torsi atau momen gaya Ilustrasi Torsi atau Momen Gaya Arsip Zenius Setelah tahu pengertiannya, kita lanjut bahas tentang rumus momen gaya ya. Eits tunggu dulu, udah pada download aplikasi Zenius belum nih? Download dulu yuk kalau belum, nanti elo bisa nikmati akses video dan fitur-fitur lain gratis, cukup dengan login doang. Makanya buruan klik banner di bawah ini ya! Download Aplikasi Zenius Tingkatin hasil belajar lewat kumpulan video materi dan ribuan contoh soal di Zenius. Maksimaln persiapanmu sekarang juga! Formulasi untuk menghitung torsi atau momen gaya adalah = r × F × sin θ dengan , r, dan F berturut-turut merupakan torsi Nm, lengan gaya m, dan gaya N yang diberikan kepada benda. Nilai θ merupakan sudut yang dibentuk antara gaya dengan lengan gaya. Berikut ini adalah ilustrasi dari arah torsi, lengan gaya dan gaya Torsi, lengan gaya dan gaya Arsip Zenius Torsi momen gaya adalah ukuran keefektifan gaya yang diberikan atau bekerja pada suatu benda untuk memutar benda tersebut terhadap suatu poros tertentu. Momen gaya menentukan seberapa besar gaya yang diberikan untuk memutar suatu benda terhadap suatu poros tertentu. Perhitungan torsi dapat dilakukan dengan menggunakan rumus besar momen gaya di bawah. Untuk gaya yang bekerja tegak lurus dengan lengan gaya jarak titik poros ke gaya, rumus torsi dinyatakan sebagai berikut = F . r Untuk gaya yang bekerja tegak lurus dengan lengan gaya jarak titik poros ke gaya membentuk sudut tertentu θ, torsi dinyatakan sebagai = F . d = F . r . sin θ Momen gaya merupakan besaran vektor sehingga memiliki arah. Torsi akan bernilai positif jika arah putarannya berlawanan dengan jarum jam, sedangkan torsi akan bernilai negatif jika arah putarannya searah dengan jarum jam. Pemahaman tentang torsi sangat penting untuk menjelajah lebih jauh mengenai kesetimbangan benda tegar. Untuk lebih mendalami materi ini bisa dicoba untuk berlatih dengan contoh soal momen gaya berikut ini Contoh Soal dan Pembahasan Rumus Torsi Sebuah sistem dua roda seporos bebas berotasi terhadap sumbu tanpa gesekan melalui pusat bersama roda dan dikerjakan tegak lurus terhadap bidang kertas. Empat gaya dalam arah tangensial terhadap tepi-tepi roda seperti pada gambar di bawah. Besar momen resultan pada sistem terhadap sumbu adalah? Arsip Zenius Pembahasan Jika titik poros terdapat pada pusat lingkaran, maka terdapat empat buah gaya yang bekerja, sehingga gaya dan jarak yang bekerja pada batang adalah Arsip Zenius = 1 + 2 + 3 + 4 = −3F × 3R + F × 3R + 2F × 2R + 2F × 3R = −9FR + 3FR + 4FR + 6FR = 4FR nilai positif menandakan arah torsi berlawanan arah jarum jam Perhatikan gambar berikut! dok. Soalfismat Jika massa batang diabaikan, besar momen gaya terhadap titik C adalah? Pembahasan Disumbu rotasi C, gaya F1 dan F2 menyebabkan batang berputar searah jarum jam sehingga T1 dan T2 positif sedangkan gaya F3 menyebabkan batang berputar berlawanan arah jarum jam sehingga T3 negatif. Jadi, besar momen gaya di titik C sebagai berikut T = T1 + T2 – T3 T = + – T = 4 N . 2 m + 6 N .1 m sin 30o – 6 N . 2 m T = 8 Nm + 3Nm – 12 Nm T = -1 Nm Jadi, besar torsi di titik C = -1 Nm. Negatif menunjukkan batang berputar berlawanan arah jarum jam. Gimana nih belajar rumus torsi di artikel kali ini? Untuk belajar yang lebih asyik lagi, jangan cuma download dan login aja dong. Nikmati akses video premium hingga live class dengan beli paket belajar Zenius. Yuk langganan sekarang, klik banner di bawah ya! Klik dan cek info lengkapnya! Terima kasih karena telah membaca artikel tentang rumus torsi ini hingga tuntas. Gue harap kalian semua jadi paham dan bisa ngebantai semua soal berisikan rumus torsi dengan mudah. Untuk elo yang ingin belajar lebih dalam lagi bisa nonton video pembelajaran oleh tutor Zenius ya! Klik banner di bawah ini untuk belajar lagi! Klik dan belajar lagi! Sampai bertemu di artikel selanjutnya ya! Baca Juga Artikel Fisika Lainnya Rumus Panjang Gelombang dalam Fisika Beserta 3 Contoh Soal 9 Rumus Momen Inersia dan 4 Contoh Soal Rumus Dimensi dalam Fisika Beserta 9 Contoh Soal Originally published September 17, 2021 Updated by Silvia Dwi
Kelas 11 SMAKeseimbangan dan Dinamika RotasiMomen GayaPerhatikan persegi panjang pada gambar di samping. Tentukan torsi dari gaya F1, F2, F3, F4, dan F5 terhadap poros melalui a. O, b. 4 m 4 m F13 m MF5 A O3 m P NF1 F2Momen GayaKeseimbangan dan Dinamika RotasiStatikaFisikaRekomendasi video solusi lainnya0114Batang OP panjangnya L = 50 cm, sebuah gaya F = 4 N beker...0336Sebuah batang yang massanya diabaikan dipengaruhi oleh ti...0331F1=10 N F3=20 NA 1m B 1m C 1m DF2=15 N F4=5 NGaya F1, F2,...0546Batang homogen bermassa m dalam kondisi seimbang seperti ...Teks videoHello friends, nah, disini kita akan membahas nih mengenai soal korupsi itu ya. Nah di sini ada ini ada diagram gitu ya yang masing-masing titik B diberikan gaya F1 sampai F6 gitu ya Nah kita disuruh mencari torsi yang diakibatkan oleh masing-masing gaya di sini f1s sama F5 di titik O dan titik a gitu ya Nah yang pertama kita tinjau torsi yang diakibatkan oleh masing-masing gaya ditipu sama untuk Yanto Ti yang diakibatkan oleh gaya F1 jadi torsi yang diakibatkan oleh gaya F1 yaitu tahap 1 itu adalah Perkalian antara gaya F1 dikalikan dengan lengan gaya yang tegak lurus terhadap gaya F1 yang kita Tuliskan l tegak lurus F1 S ya Nah lengan gaya yang tegak lurus terhadap F1 ke titik O itu apaLF lengan gaya yang tegak lurus terhadap F1 dari titik O itu adalah ini hal itu yang mana itu nilainya 4 M dengan demikian atas yang diakibatkan oleh gaya F1 di titik O itu adalah 41 Newton meter Nah selanjutnya untuk yang diakibatkan oleh gaya F2 nah terus yang diakibatkan oleh gaya F2 yaitu tahu-tahu 2 itu sama dengan gaya F2 dikalikan dengan gaya yang tegak lurus terhadap gaya F2 jadwal tegak lurus F2 nah disini kita bisa melihat bahwa lengan gaya yang tegak lurus terhadap gaya F2 dari titik O itu adalah di sini di sini ya Yang ini nah, gimana cara kita mendapatkan nilai dari ini kita tinjau dulu segitiga ABC segitiga ABC yang ini kita bisa melihatPanjang dari lelet lelet itu Nia panjang dari jarak dari dari a ke b. Di sini itu akan sama dengan panjang dari X kuadrat ditambah dengan panjang dari BC kuadrat kita bisa gunakan teorema Pythagoras di situ ya Nah kalau kita subtitusikan nilainya bahwa dirinya itu adalah 4 dan bedanya ini kan 6 ini 3 ditambah 36 jadi kita akan dapatkan elektriknya itu adalah akar dari 52 atau 2 akar 13 m. Karena kita bisa pisahkan akan 52 itu menjadi akar 4 dikalikan akar 13 akar 4 itu ada 2 jadi 2 akar 13 m gitu ya nah, jadi kalau misalkan sudut yang dibentuk oleh di sini segitiga ini adalah Teta Di mana Sin Teta Sin Teta itu kan depanpagi dengan miring depan dari sudah ditanya kalau kita tinjau segitiga ABC ini depannya itu adalah LED gitu ya panjang dari e ke Cik Nah miringnya itu adalah panjang dari eh kok kayak gitu ya Nah dengan demikian sintek tanya itu adalah LED dibagi dengan lamp itu adalah 4 dan 2 K13 dengan dengan demikian Sinta tanya itu adalah 2 per akar 13 Nah selanjutnya kita tinjau segitiga Nobe di sini n o p Sin Teta nya Kalau kita tinjau untuk segitiga Nobe cinta itu kan depan pengiring depannya itu adalah Leno yang di sini miringnya itu yang di sini l panjang dari a ke b Nah kalau kita udah tahu bahwa Sin Teta nya itu ada 2 per akar 13 dan log nya itu adalah 3 m di sini kita bisa dapatkanLenovo nya itu adalah 6 per akar 13 m gitu ya Nah dengan demikian besarnya torsi yang diakibatkan oleh gaya F 2 di titik nol itu adalah F2 dikalikan lf2 tegak lurus dan lf2 tegak lurus yaitu adalah L M maka kita akan dapatkan torsi dua yaitu = 6 per akar 13 x 2 Newton meter ya Nah selanjutnya kita tinjau Sisi yang diakibatkan oleh gaya F 3 yaitu tahu 3 itu sama dengan F 3 dikalikan lengan gaya dari f 3 yang tegak lurus terhadap Oh itu ya Nah disini kita bisa melihat bahwa dada lengan gaya yang ditinjau dari Oh dan tegak lurus gitu ya dari lo itu hingga lf3 tegak lurus C Itu sama dengan nolBegitu pula kita bisa dapatkan karena LF tidurnya Itu sama dengan nol maka torsinya juga sama yaitu = 0 Newton meter gitu ya selanjutnya kita tinjau untuk taksi yang diakibatkan oleh gaya F pada titik O Kita juga bisa melihat bahwa taksi yang diakibatkan oleh gaya ke-4 di titik O itu adalah 4 dikalikan lf4 tegak lurus nanti kita ya juga tahu yang gak ada lengan gaya yang tegak lurus terhadap Oh gitu ya gaya F tersebut KLS 4 tegak lurus satu sama dengan 0 M maka taksi di tempatnya itu adalah 0 m. Selanjutnya kita jauh yang diakibatkan oleh gaya F 5 disini ya bahwa yang diakibatkan oleh gaya F 5 itu telah gaya F 5 dikalikan lengan gaya FBtegak lurus terhadap titik O disini dan kita tahu bahwa lengan gaya yang tegak lurus terhadap titik O di FB itu tidak ada atau sama dengan 0 M dengan torsi yang diakibatkan oleh gaya F 5 tahun 5 itu = 0 Newton meter Nah selanjutnya kita tinjau untuk titik a dalam kita tinjau untuk gaya F1 Nah jadi tos yang diakibatkan oleh gaya F1 di titik itu adalah gaya 1 + 1 = gaya F1 dikalikan lf1 tegak lurus yang tegak lurus terhadap F1 dari titik A di sini terlihat tidak ada lengan kali ya dari titik F1 yang ada di sini ke titik a yang tegak lurus gitu ya Nah artinya lf1 tegak lurus nya itu sama dengan nolAlias enggak ada Jadi otomatis kita bisa menuliskan torsi yang diakibatkan oleh gaya F1 di titik a yaitu 1 itu sama dengan 1 dikalikan lf1 tegak lurus itu = 0 Newton meter itu ya selanjutnya gak torsi yang diakibatkan oleh gaya F 2 di titik a 2 itu sama dengan F 2 gaya F2 dikalikan lr2 tegak lurus dengan gaya yang tegak lurus terhadap F2 dari titik A dengan gaya yang tegak lurus terhadap x 2 di titik itu adalah l a m di sini ya ini tegak lurus. Nah, gimana cara kita mendapatkan lampu sini kita tinjau segitiga A segitiga a di sini ya Di mana kita bisa menggunakan sifat bahwa di sini di sini Itu kan berseberangan tuh artinya di sini tuh sudah itu juga TetaBisa menunjukkan bahwa kalau sudah di sini itu adalah 90 derajat minus Delta otomatis. Kalau di sini itu adalah tegak lurus dan maka di sini itu adalah sudutnya Teta itu ya Nah dari segitiga a kita bisa melihat bahwa Sin Teta Sin Teta nya itu adalah depan depannya itu lah di sini A panjang dari a ke m dibagi dengan ngirimnya ngirimnya ke mana Kalau ini kan kakak juga tuh nah, tapi bilangnya itu adalah Lea ini jadi jarak dari a ke a Nah kita sudah tahu bahwa Sin Teta ya sebelumnya udah kita hitung yaitu 2 per akar 13 dengan demikian kalau kita masukkan bahwa hal itu adalah 3 m, maka kita akan dapat kan lamnya itu adalah 6 √ 13 M dengan demikian kaos yang diakibatkan oleh gaya F 2 titik a yaitu tahu dua itu akan = 6 per akar 13 F 2 Newton meterNah selanjutnya kita tinjau tiga yaitu yang diakibatkan oleh gaya F 3 di titik a sama dengan gaya F 3 dikalikan dengan gaya yang tegak lurus terhadap F3 dari GTA tamat is dengan gaya yang tegak lurus terhadap F3 dari titik itu adalah Arab di sini ya tegak lurus gitu ya. Nah gimana tuh caranya kita dapetin nya panjang dari Apotek kita tinjau segitiga oab di sini. Oh ya udah bisa mencari luas dari segitiga yaitu a Ipo terlalu asyik aku di sini itu adalah setengah dari alas kali tinggi alasnya itu adalah di sini ya di sini panjang dari a ke D di sini alas kali tinggi di sini tingginya itu adalah a u l a u Nah kita sudah tahu bahwa adiknya itu adalah 3 dan itu adalah 4 dengan demikian luDari segitiga itu adalah 6 M2 nah, selain menggunakan perumusan seperti ini kita bisa menuliskan segitiga luas antara segitiga oab itu adalah tengah alasnya itu adalah setengah kali Tingginya tingkat tingginya itu ada ini ya dan alasnya itu adalah kode di sini Tengah * alas * tinggi gitu ya. Nah itu bisa mencari loading-nya dengan menggunakan teorema Pythagoras bahwa di sini adalah akar dari AD di sini dikuadratkan ditambah a. O disini dikuadratkan tidak lain adalah akar dari 3 kuadrat ditambah 4 kuadrat = 5 di akar 69 ditambah 16 itu 25 diakarkan itu = 5 kalau kita subtitusikan di sini kita akan dapatkan 6 = setengah dikalikan dikalikan 5 maka kita akan dapatkan itu sama dengan 12 atau 5 meter otomatis kalau kita subtitusikita mendapatkan tahu 3 itu sama dengan 12 atau 53 Newton meter gitu ya Nah selanjutnya kita cari tahu 4/4 itu adalah tos yang diakibatkan oleh gaya F 4 D 4 di titik a d a 4 itu sama dengan 4 Gaya F 4 dikalikan dengan gaya yang tegak lurus terhadap gaya F 4 dari titik A kayaknya itu berapa lengan kayaknya itu tidak lain adalah 4 M gitu ya Nah dengan demikian kita bisa dapatkan tahu tempatnya itu adalah 44 Newton meter selanjutnya tahu kelima tapi saya mau lihat nih kalau 5 itu adalah torsi yang diakibatkan oleh gaya F 5 tidak sama dengan Perkalian antara F5 dikalikan dengan gaya tegak lurus terhadap F5 dari titik A di sini kita bisa melihat bahwa gaya F5 itu bekerja pada titik itu sendiri gitu ya Otomatis f53 terusnya itu sama dengan nol dengan demikian tahunKan = 0 Newton meter gitu ya. Nah itu ucapan dari yang di titik udah ya sekarang di titik a ya Iya Sampai jumpa besokSukses nggak pernah instan. Latihan topik lain, yuk!12 SMAPeluang WajibKekongruenan dan KesebangunanStatistika InferensiaDimensi TigaStatistika WajibLimit Fungsi TrigonometriTurunan Fungsi Trigonometri11 SMABarisanLimit FungsiTurunanIntegralPersamaan Lingkaran dan Irisan Dua LingkaranIntegral TentuIntegral ParsialInduksi MatematikaProgram LinearMatriksTransformasiFungsi TrigonometriPersamaan TrigonometriIrisan KerucutPolinomial10 SMAFungsiTrigonometriSkalar dan vektor serta operasi aljabar vektorLogika MatematikaPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel WajibPertidaksamaan Rasional Dan Irasional Satu VariabelSistem Persamaan Linear Tiga VariabelSistem Pertidaksamaan Dua VariabelSistem Persamaan Linier Dua VariabelSistem Pertidaksamaan Linier Dua VariabelGrafik, Persamaan, Dan Pertidaksamaan Eksponen Dan Logaritma9 SMPTransformasi GeometriKesebangunan dan KongruensiBangun Ruang Sisi LengkungBilangan Berpangkat Dan Bentuk AkarPersamaan KuadratFungsi Kuadrat8 SMPTeorema PhytagorasLingkaranGaris Singgung LingkaranBangun Ruang Sisi DatarPeluangPola Bilangan Dan Barisan BilanganKoordinat CartesiusRelasi Dan FungsiPersamaan Garis LurusSistem Persamaan Linear Dua Variabel Spldv7 SMPPerbandinganAritmetika Sosial Aplikasi AljabarSudut dan Garis SejajarSegi EmpatSegitigaStatistikaBilangan Bulat Dan PecahanHimpunanOperasi Dan Faktorisasi Bentuk AljabarPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel6 SDBangun RuangStatistika 6Sistem KoordinatBilangan BulatLingkaran5 SDBangun RuangPengumpulan dan Penyajian DataOperasi Bilangan PecahanKecepatan Dan DebitSkalaPerpangkatan Dan Akar4 SDAproksimasi / PembulatanBangun DatarStatistikaPengukuran SudutBilangan RomawiPecahanKPK Dan FPB12 SMATeori Relativitas KhususKonsep dan Fenomena KuantumTeknologi DigitalInti AtomSumber-Sumber EnergiRangkaian Arus SearahListrik Statis ElektrostatikaMedan MagnetInduksi ElektromagnetikRangkaian Arus Bolak BalikRadiasi Elektromagnetik11 SMAHukum TermodinamikaCiri-Ciri Gelombang MekanikGelombang Berjalan dan Gelombang StasionerGelombang BunyiGelombang CahayaAlat-Alat OptikGejala Pemanasan GlobalAlternatif SolusiKeseimbangan Dan Dinamika RotasiElastisitas Dan Hukum HookeFluida StatikFluida DinamikSuhu, Kalor Dan Perpindahan KalorTeori Kinetik Gas10 SMAHukum NewtonHukum Newton Tentang GravitasiUsaha Kerja Dan EnergiMomentum dan ImpulsGetaran HarmonisHakikat Fisika Dan Prosedur IlmiahPengukuranVektorGerak LurusGerak ParabolaGerak Melingkar9 SMPKelistrikan, Kemagnetan dan Pemanfaatannya dalam Produk TeknologiProduk TeknologiSifat BahanKelistrikan Dan Teknologi Listrik Di Lingkungan8 SMPTekananCahayaGetaran dan GelombangGerak Dan GayaPesawat Sederhana7 SMPTata SuryaObjek Ilmu Pengetahuan Alam Dan PengamatannyaZat Dan KarakteristiknyaSuhu Dan KalorEnergiFisika Geografi12 SMAStruktur, Tata Nama, Sifat, Isomer, Identifikasi, dan Kegunaan SenyawaBenzena dan TurunannyaStruktur, Tata Nama, Sifat, Penggunaan, dan Penggolongan MakromolekulSifat Koligatif LarutanReaksi Redoks Dan Sel ElektrokimiaKimia Unsur11 SMAAsam dan BasaKesetimbangan Ion dan pH Larutan GaramLarutan PenyanggaTitrasiKesetimbangan Larutan KspSistem KoloidKimia TerapanSenyawa HidrokarbonMinyak BumiTermokimiaLaju ReaksiKesetimbangan Kimia Dan Pergeseran Kesetimbangan10 SMALarutan Elektrolit dan Larutan Non-ElektrolitReaksi Reduksi dan Oksidasi serta Tata Nama SenyawaHukum-Hukum Dasar Kimia dan StoikiometriMetode Ilmiah, Hakikat Ilmu Kimia, Keselamatan dan Keamanan Kimia di Laboratorium, serta Peran Kimia dalam KehidupanStruktur Atom Dan Tabel PeriodikIkatan Kimia, Bentuk Molekul, Dan Interaksi Antarmolekul
tentukan torsi tiap gaya dan torsi totalnya terhadap poros o